Contoh Bentuk Java Herbal Pill Paket
yang terdiri dalam 4 botol, dan masing-
masing botol terdiri dari 315 butir pill.



Contoh Bentuk keringan dari bahan
pembentuk Java Herbal Pill.
Setelah pencampuran bahan-bahan secara merata, bersama dengan Beta Vulgaris Fructus mengikat seluruh komponen herbal
sebelum menjadi bentuk pill.


Bahasa Indonesia | English Language
 

TEST TEST UNTUK HIV

Anda tentu bertanya-tanya test apa sajakah yang diperlukan dalam hubungan dengan test HIV? terutama bagi yang memiliki gaya hidup beresiko terinfeksi HIV ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengetahui sedini mungkin status Anda.

Saat ini kita telah memiliki test bernama NAT (Nucleic Acid Test atau Nucleic Acid Amplification Test) test ini benar-benar sangat membantu bagi mereka yang pernah atau masih berprilaku berisiko, karena NAT langsung mendeteksi keberadaan DNA virus HIV, dengan kemampuan deteksi keberadaan virus HIV hanya setelah 5 hari sejak seseorang berprilaku beresiko. Dan memperkecil masa jendela (atau masa menunggu hingga berstatus terinfeksi HIV).

Pemeriksaan dengan NAT tentunya dapat membantu mempercepat keputusan pengobatan bagi seorang yang terinfeksi namun ia belum berstatus positif HIV (yang ditentukan oleh pemeriksaan dengan Antigen). Sehingga ketika hasil NAT menyatakan keberadaan HIV dalam darah seseorang, ia dapat segera memperoleh pengobatan yang dapat dilakukan bagi seorang terinfeksi (contoh : dengan herbal, jamu atau supplemen lain yang dapat memperkuat imun sistem), sehingga orang tersebut dapat segera mengikuti suatu terapi pengobatan, yang diharapkan dapat membantu sehingga tidak sampai mencapai status positif HIV (oleh pemeriksaan Antibody dengan menggunakan Antigen). Mengobati seseorang yang belum berstatus positif tentu akan lebih mudah, setidaknya memperpanjang masa seseorang untuk tidak segera menjadi berstatus positif HIV.

Ada baiknya kita mengetahui dahulu, arti dari masing-masing jenis test, dan apa bedanya tiap jenis test-test tersebut, sebelum kita membahas tempat/lokasi untuk melakukan pemeriksaan HIV.

NAT AntiHIV CD4 Viral Load
Nucleic Acid Test, adalah sebuah test yang memeriksa keberadaan DNA & RNA virus HIV. Hasil pemeriksaannya tidak berupa angka, melainkan suatu pernyataan ditemukan atau tidaknya DNA/RNA virus HIV. Jika hasilnya: Terdeteksi = terinfeksi.
Tidak terdeteksi = belum terinfeksi.
Adalah test menggunakan Antigen untuk memeriksa keberadaan Antibody. Antibody hanya terbentuk jika tubuh telah terinfeksi oleh virus HIV dan tubuh tersebut telah membuat sistem pertahanan tubuh yang disebut Antibody HIV. Hasil pemeriksaanya berupa positif atau negatif terhadap ditemukannya antibody atau tidak. Adalah test yang mengukur jumlah sel penanda kekebalan tubuh yang disebut CD4, yang berada dalam limfosit darah.

Test CD4 ini tidak khusus untuk penderita HIV/AIDS saja. Test CD4 digunakan untuk mendeteksi daya hidup / ketahanan tubuh seseorang. Biasa juga digunakan untuk memastikan kesehatan pasien, sebelum tindakan operasi apapun.
Adalah test yang mengukur jumlah virus per tetes darah atau per ml darah. Ada macam-maca jenis Viral Load Test. Seperti VL untuk virus hepatitis, dll. Namun dalam kasus HIV, maka yang akan digunakan adalah pemeriksaan Viral Load jenis HIV-1 RNA.
       


Dimanakah kita dapat melakukan pemeriksaan yang berhubungan dengan HIV?

Nama Laboratorium : Akses Jenis Test
Laboratorium Pusat Rujukan Nasional Prodia bisa diakses dari cabang Prodia di kota mana saja - Untuk Test Viral Load
. HIV-1 RNA Real Time
. Generasi II, sensitifitas
. 20 kopi.
- Test CD4
- Anti HIV
Laboratorium PMI Pusat bisa diakses di PMI kota besar seperti PMI Jl. Aceh, Bandung - NAT (Nucleic Acid
. Amplified Test)
Laboratorium Pramita bisa diakses dari
cabang Pramita di kota mana saja
- Test CD4
- Test AntiHIV
- Viral Load sensitifitas
. 400 kopi (Reagen Cobas
. Amplicore)
Laboratorium Dharmais bisa diakses dari
RS. Dharmais
Jakarta
- Test CD4
- Test AntiHIV
- Test Viral Load

Selain di laboratorium tersebut diatas, dapat juga melakukan pemeriksaan AntiHIV, CD4 dan Viral Load di Rumah Sakit atau Puskesmas terdekat yang melayani pengiriman sample darah ke laboratorium yang dapat melaksanakan test tersebut. Jadi jika dilokasi Anda tidak terdapat laboratorium tersebut, silakan hubungi RS terdekat.

 

APAKAH TUJUAN MASING-MASING TEST TERSEBUT ?


Gambar diatas diambil dari penelitian terhadap 100 orang terinfeksi HIV yang diselenggarakan tahun 2010-2011

A
Test Antibody menggunakan Antigen, atau disebut juga sebagai: Test AntiHIV
Hasil pemeriksaan lab (nilai rujukan normal) seharusnya : (negatif)
(Sebelum memulai JHP, pasien tidak diwajibkan untuk melakukan test AntiHIV lagi, jika pasien memang pernah melakukan test AntiHIV sebelumnya dan memiliki hasil labnya mengatakan Positif HIV. Namun melakukan test Viral Load sebelum mulai pengobatan HIV menggunakan JHP sangatlah penting. Tujuannya adalah untuk dapat melakukan perbandingan jumlah virus pada pasien, sebelum memulai konsumsi JHP dengan setelah mengkonsumsi JHP selama periode waktu tertentu.
B
CD4 (Lympocyte T Helper) / Imun Sistem / Kekebalan Tubuh
Nilai rujukan normal CD4 adalah antara 410 - 1590 ml/ul
Umumnya pasien HIV memiliki angka CD4 dibawah 410.
Lembaga kesehatan WHO menyatakan bahwa jika seorang pasien HIV mencapai CD4 berjumlah dibawah 300, maka ia sudah harus menggunakan pengobatan atau terapi khusus untuk HIV.
C
Viral Load (HIV viral rate per ml of blood)
Nilai rujukan untuk hasil pemeriksaan Viral Load adalah : 0
(Di Indonesia, rata-rata untuk pemeriksaan Viral Load sensitifitas reagen hanya mampu membaca jika jumlah Virus mencapai 400 kopi, jika jumlah virus seorang pasien ternyata dibawah angka 400 kopi, maka hasil lab akan menyatakan : Virus Undetected). Namun tahun 2010, Prodia menjadi laboratorium pertama di Indonesia yang memiliki reagen untuk melakukan test Viral Load dengan sensitivitas mendekati 0. Dapat membaca hingga 10 kopi.
Javanessia, kami bekerjasama dengan Laboratorium Prodia-Kurdi, karena laboratorium initelah menggunakan reagen"HIV-1 RNA Realtime Generasi II. Yang mampu mendeteksi virus sampai jumlah 20 copies virus per ml darah.
D NAT (Nucleic Acid Test)
Adalah sebuah alat test baru, yang memberikan hasil / menunjukan gambaran apakah dalam darah seseorang terdapat DNA Virus HIV atau tidak. Tipe test ini dapat memberikan hasil apakah kita terinfeksi atau tidak hanya dalam 5 hari setelah seseorang melakukan aktifitas yang berisiko terinfeksi HIV. Teknologi baru ini membuat masa jendela infeksi HIV menjadi lebih pendek. Pasien tidak perlu lagi menunggu sampai 3 bulan atau 1 tahun untuk mengetahui ia telah terinfeksi atau tidak akibat menunggu terbentuknya antibody dahulu yang dapat dideteksi oleh test AntiHIV.
E
Anti HCV 
Adalah hanya untuk pasien HIV yang juga terinfeksi Hepatitis C.
Nilai rujukan normal dari test Anti HCV adalah  : Negatif
(Menjadi penting untuk mengetahui apakah pasien juga mendapat infeksi opportunistik lainnya seperti Hepatitis, TBC, Toksoplasma dll. Walaupun JHP tidak memberikan efek buruk pada hati/liver/hepar namun test Anti HCV biasanya disertai dengan nilai index dari virus Hepatitis, yang dapat terefek juga dalam penggunaan dengan JHP, berupa : Penurunan Index HCV).

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

 
 

About HIV
HIV Symptomps
What is AIDS
HIV Test
How do you get HIV
Natural Remedies
Founder of JHP
Staying Healthy with HIV
Latest HIV Research
More Result of JHP User
Interview with HIV Founder
HIV/AIDS Herbal Therapy

SMS/PHONE:
0817-205280 (XL)
0812-2474.2990 (Simpati)
PIN BB : 31701F0E
(jam kerja : 9.00 - 17.00 WIB)


.



   
Copyright © 2013 javanessia.com All Rights Reserved